Mari belajar dengan kami di STMIK KHARISMA KARAWANG & SMAN 3 CIKAMPEK - Tresa Agustian

Senin, 16 Maret 2020

LOGIKA & ALGORITMA KOMPUTER



A. LOGIKA

Logika identik dengan masuk akal dan penalaran. Adapun penalaran adalah salah satu bentuk pemikiran. Definisi logika sangat sederhana, yaitu ilmu yang memberikan prinsip-prinsip yang harus diikuti agar dapat berpikir logis menurut aturan yang berlaku. Logika dapat diartikan sebagai ilmu yang mengajarkan cara berpikir untuk melakukan kegiatan dengan tujuan tertentu. 

Dasar penalaran dalam logika ada dua, yaitu deduktif dan induktif


1. Penalaran Deduktif


Penalaran deduktif kadang disebut logika deduktif, adalah penalaran yang membangun atau mengevaluasi argumen deduktif. Argumen dinyatakan deduktif jika kebenaran dari kesimpulan ditarik atau merupakan konsekuensi logis dari premis-premisnya. Argumen deduktif dinyatakan valid atau tidak valid, bukan benar atau salah. Sebuah argumen deduktif dinyatakan valid jika dan hanya jika kesimpulannya merupakan konsekuensi logis dari premis-premisnya. Atau bisa dikatakan penarikan kesimpulan yang bergerak dari pernyataan benar yang umum ke khusus.

Contoh :
1. Setiap Mamalia punya sebuah jantung
2. Semua Kuda adalah mamalia
3. Setiap Kuda punya sebuah jantung

2. Penalaran Induktif

Penalaran induktif, kadang disebut logika induktif adalah penalaran yang berangkat dari serangkaian fakta-fakta khusus untuk mencapai kesimpulan umum. Atau bisa dikatakan penarikan kesimpulan yang bergerak dari pernyataan benar yang khusus ke umum.

Contoh :

1. Kuda Sumba punya sebuah Jantung
2. Kuda Australia punya sebuah jantung
3. Kuda Amerika punya sebuaa jantung
4. Kuda Inggris punya sebuah Jantung 
5. Setiap Kuda punya sebuah Jantung

 

B. ALGORITMA

Adapun pengertian algoritma sangat lekat dengan kata logika, yaitu kemampuan seorang manusia untuk berpikir dengan akal tentang suatu permasalahan menghasilkan sebuah kebenaran, dibuktikan dan dapat diterima akal.
Tujuan algoritma adalah memberikan petunjuk tentang langkah-langkah logika penyelesaian masalah dalam bentuk yang mudah dipahami nalar manusia sebagai acuan yang membantu dalam mengembangkan program komputer.
Algoritma dapat disajikan dalam dua bentuk, yaitu dalam bentuk tulisan/bahasa dan dalam bentuk gambar. Penyajian algoritma dalam bentuk tulisan haruslah menggunakan bahasa yang dapat dimengerti manusia dalam menyajikan langkah-langkah algoritma. 


Penyajian algoritma dalam bentuk tulisan juga dapat dilakukan menggunakan pseudocode. Pseudocode berasal dari kata pseudo yang berarti “mirip atau menyerupai” dan code yag berarti “kode program”. Contoh bahasa pemrograman yang digunakan untuk menyatakan pseudocode adalah BASIC, Pascal, C dan lain-lain. Sedangkan penyajian algoritma dalam bentuk gambar sering disebut flow chart.
Suatu algoritma terdiri atas tiga stuktur dasar, yaitu runtutan, pemilihan dan pengulangan. Ketiga jenis langkah tersebut membentuk konstruksi suatu algoritma.
1. Runtutan (Sequence)

Sebuah runtutan (sequence) terdiri atas satu atau lebih instruksi. Tiap instruksi dikerjakan secara berurutan sesuai dengan urutan penulisannya, yakni sebuah instruksi dilaksanakan setelah instruksi sebelumnya selesai dikerjakan. Urutan dari instruksi menentukan hasil akhir dari suatu algoritma. Jika urutan penulisan berubah, mungkin hasil akhirnya berubah.
Contoh runtutan aksi algoritma penukaran dua bilangan bulat, sebagai berikut : 
  • Deklarasi A, B dan C sebagai bilangan bulat
  • Masukkan nilai A dan B
  • Masukkan nilai A ke dalam C
  • Masukkan nilai B ke dalam A
  • Masukkan nilai C ke dalam B
2. Pemilihan (Selection)

Pemilihan (selection) adalah instruksi yang dikerjakan dengan kondisi teretentu. Adapun kondisi adalah persyaratan yang dapat bernilai benar atau salah. Satu atau beberapa instruksi hanya dilaksanakan jika kondisi bernilai benar, sebaliknya jika salah maka instruksi tidak akan dilaksanakan.
Contoh kasus pemilihan yaitu dalam penentuan hasil ujian, apakah Lulus atau Remidial, dengan asumsi nilai KKM 70.

  • Masukkan nilai ujian
  • Jika nilai ujian lebih besar dari atau sama dengan 70, maka kerjakan langkah 
  • Tampilkan "Lulus" ke layar
  • Jika nilai ujian lebih kecil dari 70, maka kerjakan langkah 5
  • Tampilkan "Remidial" ke layar
  • Selesai 
3. Pengulangan (Repetion)

Salah satu kelebihan komputer adalah kemampuannya untuk mengerjakan pekerjaan yang sama berulang kali tanpa mengenal lelah. Anda tidak perlu menulis instruksi yang sama berulang kali, namun cukup melakukan pengulangan dengan instruksi yang tersedia. Pengulangan merupakan kegiatan mengerjakan sebuah atau sejumlah aksi yang sama sebanyak jumlah yang ditentukan atau sesuai dengan kondisi yang diinginkan. 


Contoh menampilkan huruf tertentu sebanyak n kali ke layar sebagai berikut :

  • Deklarasikan variabel huruf untuk menyimpan karakter yang akan ditampilkan
  • Deklarasikan variabel n untuk menyimpan banyaknya perulangan
  • Deklarasikan counter yang digunakan sebagai counter perulangan yang sudah dilakukan

C. BAGAN ALIR (Flow Chart)

Diagram alir atau Flowchart adalah sebuah jenis diagram yang mewakili algoritma, alir kerja atau proses yang menampilkan langkah-langkah dalam bentuk simbol-simbol grafis, dan urutannya dihubungkan dengan panah. Diagram ini mewakili ilustrasi atau penggambaran penyelesaian masalah. Diagram ini digunakan untuk menganalisis, mendesain, mendokumentasi atau memanajemen sebuah proses atau program di berbagai bidang.


Terdapat beberapa bentuk diagram alir, dan setiap bentuk diagram alir, dan setiap bentuk memiliki urutn dan peranan masing-masing. Dua bentuk persegi yang paling umum digunakan dalam diagram alir yaitu :

  • Langkah Pemrosesan, yang sering disebut dengan tindakan dan dinotasikan sebagai persegi panjang.
  • Keputusan, biasanya dinotasikan sebagai belah ketupat.
Dibawah ini merupakan simbol-simbol yang digunakan dalam bagan alir 

Contoh Diagram Alir menghitung luas dan keliling suatu lingkaran
 

Standar Web


HTML (Hypertext Markup Language) merupakan bahasa standar web  yang didefinisikan dan dikelola penggunaannya oleh W3C (World Wide Web Consurtium). HTML dibuat dan dikembangkan oleh Tim Berners-Lee. Selanjutnya , bahasa tersebut dipopulerkan oleh browser Mosaic. Selama tahun 90-an telah muncul berbagai versi HTML dengan berbagai macam fiturnya. Versi HTML yang ada tersebut antara lain:

  1. Versi 1.0 Merupakan versi pertama setelah lahirnya HTML dan mempunyai kemampuan seperti untuk heading, paragraph, hypertext, list, cetak tebal, dan cetak miring pada teks. Selain itu juga dukungan peletakan image pada dokumen dengan tidak memperbolehkan peletakan teks di sekelilingnya (wrapping).
  2. Versi 2.0 Diliris pada tanggal 14 Januari 1996 dengan beberapa kemampuan tambahan seperti penambahan form. Hal ini menjadi pionir untuk membuat sebuah web yang interaktif. 
  3. Versi 3.0 Diliris pada tanggal 18 Desember 1997, yang dikenal dengan HTML+. Versi ini memiliki beberapa fitur tambahan seperti fitur table dalam paragraph.  
  4. Versi 3.2 Dirilis pada bulan Mei 1998, merupakan versi terbaru penyempurnaan dari versi 3.0 
  5. Versi 4.0 dirilis pada tangga 24 Desember 1999 dengan penambahan beberapa fitur seperti adanya link, imagemaps, iamge, dan lain-lain
  6. Versi 5.0 Dirilis pada tahun 2009 yang menjadi standar baru untuk HTML, XHTML dan DOM HTML. HTML 5 ini merupakan proyek kerja sama antara W3C (World Wide Web Consurtium) dan WHATG (Web Hypertext Application Technology Working Group)

Spesifikasi HTML5 belum final saat ini, tetapi diyakini oleh banyak orang akan menjadi standar yang diterima di masa depan. Beberapa browser (lihat Tabel 1.1) sudah mendukung HTML5.


Browser yang mendukung HTML 5.
Browser
Keterangan
Google Chrome
Mulai Versi 1.0
Moxila Firefox
Mulai Versi 1.5
Internet Explorer
Mulai Versi 8
Opera Mini
Mulai Versi 9.0
Safari
Mulai Versi 1.3



Pada HTML5, dalam menuliskan tag dan atribut dengan huruf kecil tidak ada lagi. Diberi kebebasan untuk menggunakan huruf  kecil, huruf capital, atau kombinasinya. Bahkan, nilai suatu atribut akan diberi tanda petik atau tidak sama saja. Browser tidak lagi mempedulikan hal-hal seperti itu.